PROBLEMA MIRAS/KHOMER DALAM ISLAM

 
MIRAS DAN BANGSA ARAB JAHILIYAH

Sebelum kedatanga agama islam, bangsa arab dikenal sebagai bangsa JAHILIYAH, bukan karena buta angka dan aksara, akan tetapi salah satu sebabnya adalah karena mereka sebagai pembuat dan peminum KHOMER ( QS. An Nahl : 67 ). Khomer merupakan bagian dari hidup dan kehidupan mereka, bahkan sudah menjadi adat istiadat dan budaya mereka yang amat sulit sekali diberantas dan dilepaskan dari aspek hidup dan kehidupan mereka. Sekalipun mereka sebenarnya mengetahui bahwa khomer adalah sumber utama segala kejahatan, kemungkaran dan dekadensi moral sebagaimana yang diucapkan oleh utsman bin Affan bahwa " AL-KHOMRU UMMUL KHOBAAITS" (Khomer adalah adalah pangkal kejahatan), yang lambat laun akan merusak dan memporak porandakan kehidupan pribadi, keluarga dan sosial kemasyarakatan, berbangsa dan bernegara serta akan menimbulkan ke tidak stabilan keamanan, perkelahian, saling membunuh bahkan penyebab perang antar suku bangsa arab jahiliyah ( QS. Al Maidah : 91 )

Sekalipun bangsa arab Jahilyah berkeyakinan dan meyatakan BERKETUHANAN ( QS.Lukman : 25 ), tetapi karena mereka gemar minum-minuman khomer maka sejarah mencatat mereka bahwa mereka telah berlaku syirik yakni penyembah berhala ( QS. Az Zumar : 3 ). Mereka berhaji dan berthawaf disekeliling KA'BAH lantaran didalam dan disekitarnya terdapat 360 berhala sebagai sesembahan mereka. Mereka berthawaf dalam keadaan telanjang bulat, berdo'a sambil bersiul dan bertepuk tangan (QS. Al Anfal : 35 ), bersa'i antara shafa dan marwah karena di masing-masing tempat itu ada berhalanya.

Setelah mereka berhaji yang diwarnai tradisi dan adat istiadat kemusyrikan, kedhaliman dan dan menyimpang jauh dari manasik haji sesuai yag diajarkan Nbai Ibrahim dan keluaganya ( QS. Al Baqarah : 128 ), mereka meminum minuman Khomer, berjudi sambil bermabuk-mabukan bahkan mereka melakukan free sex yg seharusnya mjd larangan bagi mereka ( QS. Al Isra' : 32 ), mereka lalu bertengkar, berkelahi dan saling membunuh ( QS. Al An'Am : 151 ), bahkan menyulut perang antar suku, melahirkan dendam kusumat turun temurun, yang kalah mereka hancur jiwa dan raganya sedangkan yang hidup dijadikan budak dan diperlakukan tdk manusiawi. Anak-anak perempuan, mereka tanam hidup-hidup sampai mati karena kemiskinan dan takut miskin ( QS. Al An'am : 151 ). Mereka beralasan bahwa wanita tdk bisa dijadikan prajurit perang. Inilah tipe masyarakat jahiliyah akibat miras/khomer, yag telah mjd adat istiadat dan tradisi nenek moyang mereka ( QS. Al Baqarah : 170 )

SEJARAH TURUNNYA AYAT-AYAT MIRAS/KHOMER

Pada permulaan agama islam, tdk sedikit umat islam yang masih gemar minum2an miras/khomer ini, karena memang waktu masih belum ada larangan dalam islam, tetapi hanya disinggung bhw mereka senang membuat khomer dari buah2an anggur dan kurma ( QS. An Nahl : 67 ). Karena kepedulian dan kepekaan Umar bin Khattab tentang bahaya yang ditimbulkan oleh khomer, yang merusak akal fikiran dan harta benda, beliau bermunajat dan berdo'a kepada Allah Swt. utk berkenan dan menjelaskan sejelas2nya hukum khomer bagi umat islam sebagaimana Do'anya yang diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud dan Turmudzi : ALLOHUMMA BAYYIN LANAA FIL KHOMRI BAYAANAN SYAAFIYAN FAINNAHAA TADZHABU BIL MAALI WAL AQLI ( ya Allah tunjukanlah kpd kami hukum khomer dengan sejelas2nya karena ia merusak harta dan akal fikiran ). Tidak lama setelah Umar berdo'a ini, rasulullah saw. menerima wahyu ttg khomer utk segera disampaikan kepada beliau, yaitu bahwa khomer dan judi mengandung bahaya besar dan sedikit manfaatnya bagi manusia ( QS. Al Baqarah : 219 )

Walapun sudah turun ayat yang ke dua ttg khomer diatas, umat islam msh tetap byk yg msh meminum khomer ini krn mereka beralasan ayat tersebut msh ada manfaatnya walaupun sedikit. Sementara sebagian sahabat yg lain sdh ada yg tdk meminum khomer tersebut krn bahayanya yang besar sebagaimana penjelasan ayat tsb.

Mengingat msh banyak umat islam yang mash minum2an keras berikut bahaya yg ditimbulkannya, bahkan sahabat Ali R.A. saat ditunjuk jadi imam shalat Maghrib, beliau sedang mabuk minum2an keras sehingga saat beliau membaca Surat Alkafirun, beliau bolak balik dlm membacanya ( Hadits Riwayat : Nasa'i, Abu Daud dan Turmudzi ). Melihat itu, Umar bin Khatab berdo'a utk kali kedua, maka turunlah QS. An Nisa' : 43 sebagai jawabannya yaitu ummat islam dilarang shalat sewaktu mabuk sampai sadar do'a yang diucapkan.

Setelah ayat ini turun, ternyata masih banyak ummat islam yang masih bermabuk2an saat diluar shalat, sebab ayat tsb. hanya menjelaskan larangan bermabuk2an disaat menjalankan shalat saja. Melihat hal itu Umar berdo'a lagi dan tidak lama setelah itu Rasulullah menerima wahyu lagi QS. Al Maidah :91 yg artinya : " Melalui khomer dan judi, iblis hendak menjerumuskan kalian supaya saling membenci, bertengkar, lupa kpd Allah swt. dan shalat, maka HARAM bagimu khomer dan judi itu".Dan setelah Umar diberi tahu ttg turunnya ayat ini, maka Umar berkata : MULAI SEKARANG KAMI TIDAK AKAN MINUM KHOMER LAGI.

SEBAB-SEBAB TURUNNYA AYAT MIRAS/KHOMER

Sekalipun Firman Allah Swt. telah menjelaskan ttg bahaya besar miras/khomer dan sedikit manfaatnya sebagaimana QS. Al Baqarah : 219, namun kenyataannya ummat islam masih banyak yang belum bisa meninggalkan minuman yang satu ini. Maka pada waktu sore hari, ABDUR RAHMAN BIN AUF mengundang para sahabatnya untuk menghadiri pesta minum2an keras ini dan pada waktu undangan sedang mabuk, maka tibalah shalat MAGHRIB dan ALI BIN ABI THALIB ditunjuk utk mjd imamnya. Karena beliau sedang mabuk, beliau sewaktu membaca surat al kafirun "AKU SEMBAH APA YANG ENGKAU SEMBAH" yang seharusnya LAA A'BUDU MAA TA'BUDUUN " AKU TIDAK MENYEMBAH APA YANG ENGKAU SEMBAH", maka turunlah ayat yg melarang ummat islam melakukan shalat sewaktu ia mabuk QS. An Nisa' : 43
Meskipun demikian ternyata msh banyak ummat islam yang msh mabuk saat di luar shalat. Dan sewaktu UTBAN BIN MALIK suatu waktu mengundang dari kalangan Muhajirin dan Anshor untuk menghadiri pesta makan dan minumam2an keras. Sewaktu mrk sedang mabuk, mereka berdendang, bersyair sambil membanggakan diri dan golongannya, sehingga terjadi keributan dan pertengkaran, akibatnya SAAD BIN ABI WAQOS terpukul raut mukanyasampai cidera. Dan setelah Rasulullah saw. mendengar berita keributan ini, beliau menerima wahyu ttg larangan KHOMER QS. Al Maidah : 91, dan sejak itu Khomer dilarang dan diharamkan bagi ummat islam.

SISTEM LARANGAN DALAM ISLAM

Karena minum2an keras sudah mjd kebiasaan dan mendarah daging bagi bangsa arab jahiliyah, maka sulit utk diberantas dan dijauhkan dari kehidupan mereka. Maka Allah yang Maha Arif lagi Bijaksana, tdk secara langsung atau terang2an melarang khomer, akan tetapi bertahab yakni sedikit demi sedikit yaitu :
PERTAMA : diceritakan bhw mayoritas masyarakat arab jahiliyah gemar membuat minum2an keras yang memabukkan dari buah2an anggur dan kurma (QS. An Nahl : 67 )
KEDUA : dijelaskan bahaya besar dan sedikit manfaat dari khomer/miras (QS. Al Baqarah : 219 )
KETIGA : umat islam dilarang mabuk sewaktu menjalankan ibadah shalat (QS. An Nisa' : 43 )
KEEMPAT : setelah ummat islam kuat dan kokoh iman dan tauhidnya, maka Allah secara tegas dan terang2an melarang serta mengharamkan khomer ini ( QS. Al Maidah : 90 ) bahkan Rasulullah dengan tegas menyatakan dalam haditsNya : MAN KAANA YU'MINU BILLAHI WAL YAUMIL AAKHIRI, FALAA YAJLIS 'ALAA MAAIDATI YUDAARU 'ALAIHAL KHOMRU ( Barangsiapa yang beriman kpd Allah dan hari akhir, maka tdk boleh duduk pada tempat yg dihidangkan minum2an keras ) ( HR. Thabrani dan Hakim ). Sehingga ummat islam dengan penuh kesadarandan keikhlasan dapat meninggalkan khomer ini
Seumpama larangan minum2an keras ini tdk bertahab tetapi secara revolusi niscaya akan menimbulkan reaksi keras, kebencian, permusuhan dan teror yang pada akhirnya Dakwah Nabi akan mengalami kegagalan dalam menghapus khomer/miras ini ditengah2 ummat. Dakwah seperti inilah yang diterapkan oleh walisongo ditanah jawa yaitu tdk langsung memukul tapi merangkul, tidak menyinggung perasaan tapi menyentuh perasaan. Semoga penjelasan ini bermanfaat. Aamiin yaa Rabbal aalamin
Sumber : Zainulinul Syababun Nabawi

0 komentar:

Poskan Komentar