ORANG-ORANG YANG DIRINDUKAN SYURGA



            Rasullulah saw. Dalam sabdanya dalam hadits sahih al-bukhari di katakana :
“syurga merindukan empat cirri khas manusia yaitu
1.      .orang yang gemar membaca al-qur’an,
2.      member makan orang yang lapar-kelaparan
3.      memelihara lidah
4.      puasa ramadhan

I.                    yang dimaksud gemar membaca al-qur’an adalah membaca dengan tartil dengan petunjuk tajwid al-qur’an sebagaimana peringatan allah,  bacalah al-qur’an dengan tartil baik dan benar sesuai makharijul huruf karena dengan tidak sesuai ucapan makaberubah lah artinya, merubah satu huruf dan harokat dari al-qur’an berarti merubah bacaan al-qur’an sedangkan merubah al-qur,an adalah dosa walaupun satu huruf.Membaca al-quran tidak terlalu cepat dan membaca al-qur’an yang termudah untuk kamu. Al-qur’an adalah firman allah yang bukan untuk menjadi kasan saja ( tidak di baca ). Membaca  al-qur’an diikuti oleh isi kandungannya melalui arti dan mengamalkannya dengan kehidupan sehari-hari, sebab al-qur’an adalah akhlaq nabi Muhammad saw. Jadi dengan mengamalkan al-qur’an berarti mencontoh akhlaq nabi Muhammad saw. Bukanlah hanya memerintahkan orang lain untuk berbuat kebaikan dan berakhlaqul karimah dia sendiri belum dapat secara utuh mengamalkan sesuai petunjuk al-qur’an dan sunnahnya. Jangan sampai ia pintarmenyuruh orang lain tetapi dia sendiri dimusuhi allah dan lupa akan syariat islam. Dalam surah al-baqarah : 44, yang artinya  “mengapa kamu menyuruh orang lain mengerjakan kebaikan , sedangkan kamu melupakan kewajibanmu padahal kamu membaca al-kitab (taurat) maka tidakkah kamu berfikir. Al-qur’an adalah kitab suci yang di wahyukan kepda rasulullah saw.sebagai mukjizatnya yang diurun kan melalui malaikat jibril yang apabila orang membacanya mengandung ibadah. Tidak di katakan satu huruf di beri ganjaran satu derajat baik dalam keadaan tidak berwudhu apalagi dalam keadaan suci. Selain membaca , kita dfapat menghormati ayat-ayat allah dengan sopan dan dalam keadaan suci. Tidak sembarang orang menyentuh dan membaca al-qur’an kecuali orang yang suci dari hadas dan najis.
II.                  Memberi  makan  orang yang lapar-kelaparan
a.      Yang dimaksud member makan orang yang lapar yaitu memberikan ta’jil (buka puasa ). Sebab member makan dan minum kepada orang yang berpuasa akan  dilipat gandakan pahalanya oleh allah swt. Dan tidak kurang sedikit pun. Walaupun makanan itu hanya satu suap atau seteguk air.
b.      . yang di maksud member makan orang yang kelaparan yaitu para fakir miskin dan dhu‘afa serta orang-orang yang memerlukan bantuan seperti tertimpanya musibah besar. Fakir miskin dan dhu’afa adalah orang yang paling kita perlukan dalam keadaan suka dan duka . sebab doa yang paling di ijabah adalah orang yang teraniaya termsuk para yatim piatu yang mengharapkan uluran tangan dari para dermawan. Di peringatkan oleh allah swt. Q.S al-maun 1-7. Jika kita cermati hal ini maka kita akan jadi manusia dermawan jauh dari ke bakhilan.
III.              Memelihara lidah
Lidah adalah indra yang tak bertulang . lidah memilik kelebihan  yaitu bisa merasakan  pahit, manis, asin, getir, pedas . namun lidah dapat berkata manis, pahit kepada orang lain yang menjadikan panasnya hati orang lain. Tidaklah sembarang berbicara denga  tidak merasakan pedasnya perkataan sehingga menimbulkan rasa sakit hati. Orang bisa menjadi pendendam lantaran ucapan yang tidak menghiraukan perasaan orang lain. Berkata kotor, kasar, jorok adalah lidah yang tak terpelihara. Namun perkataan yang lemah lembut dan sopan adalah menandakan manusia yang memiliki sifat tawaduk  dan tadharruk dan berwaja manis.
Rasulullah saw. Mengajarkan kepada kita katakan yang benar walaupun itu pahit . artinya nasihat yang benar yang dapat di terima akal dan fikiran tidak berdasarkan hawa nafsu menegur seseorang diluar kebijakan (seprti di tempat keramaian) sangat terlarang sebab ada hubungannya dengan harga diri.
IV.              Puasa ramadhan
Puasa ramadhan adalah puasa wajib jika ditinggalkan maka akan berdosa. Betapa banyak orang yang mengaku muslim namun tidak berpuasa malah menampakkan diri dan merasa bangga dia makan dan minum di siang hari dengan tidak malu memperlihatkannya di muka umum. Orang yang tak pernah merasa malu maka orang itu tidaklah beriman dan orang yang merasa malu adalah orang yang bertaqwa. Persoalannya adalah perbedaan orang yang beriman dengan orang  yang tidak beriman . hanya orang yang beriman yang diperintahkan untuk berpuasa.
Puasa adalah bagaikan perisai atau dinding. Orang yang berpuasa memiliki perisai yang kuat. Puasa mengajarkan manusia disiplin jujur dan memiliki budi pekerti yang luhun
Sungguh berbahagialah bagi kita jika dapat mengamalkan diantara hal di atas maka kita termasuk orang yang dirindukan syurga. Dengan harapan “UDKHULUL JANNATA MIN QULLI BAABIN BI GHOIRI HISAB “ AMIN

0 komentar:

Poskan Komentar