sayidina Ja'far

Kita mengenal salah satu orang yang mula mula masuk islam dan sangat mencintai Sang Nabi saw. Beliau selalu ikut sang nabi saw dalam setiap peperangan. Rasa cintanya kepada Sang Nabi saw tak ingin rasanya berpisah walau sekejappun.

Ketika sang Nabi SAW mengutus 3000 pasukan muslimin untuk melawan pasukan kuffar romawi yang berjumlah 200.000 dengan persenjataan lengkap di medan Mu`tah daerah Yordan yang dikenal dengan perang Mu`tah.
Sang Nabi memberikan tugas sebagai pemegang bendera pertama sayyidina zaid bin haristah ke dua sayyidina Ja`far bin Abi thalib kemudian ketiga Sayyidina Abdullah bin Rawahah. Panji Sayyidina Muhammad saw berwarna hitam bertuliskan “Laa Ilaaha illallah wa Muhammad Rasulullah saw.
Ketika pasukan muslimin yang siap berangkat di gerbang kota madinah. Semua murid murid sekaligus sahabat sang Nabi saw berat meninggalkan sang Nabi saw yang pada saat itu tak ikut dalam peperangan. Sang Nabi sendirilah yang melepas kepergian 3000 pasukan muslimin ke medan mu`tah yang jaraknya jauh dari kota madinah.
Satu persatu para sahabat memeluk dan mencium sang Nabi saw ikhlas dan ridho menerima perintah sang Nabi SAW.
Setelah para sahabat berjalan keluar dari gerbang , sayyidina Ja`far bin Abi Thalin tiba tiba kembali ke gerbang kota Madinah menemui sang Nabi SAW, airmata mengalir merindukan Sang Nabi SAW. Memeluk dengan erat Sang Nabi SAW seolah olah ini adalah perpisahan yang mungkin tak akan kembali wafat dalam perang.
Sang Nabi SAW yang sangat welas asih membalas pelukannya dan membesarkan hatinya untuk tetap bersabar. Begitulah jiwa jiwa para pembela dan pecinta Sang Nabi SAW.
Ketika pasukan muslimin tiba di medan Mu`tah, pasukan kafir qurasy yang telah siap saling berhadap hadapan.
Panji sayyidina Muhammad pertama dipegang Zaid bin Haritsah menerobos masuk menyerang pasukan kuffar romawi. Bunyi gemrincing senjata sangat keras teriakan kalimat Allah menggema dimedan mu`tah.
Sewaktu Panji Sayyidina Muhammad saw hampir jatuh, Sayyidina ja`far segera menyambar panji tersebut dan memegang di tangan kirinya. Tangan kanan memegang senjata.
Sayyidina Ja`far yang mempunyai kekuatan yang luar biasa menerobos pasukan kuffar Romawi yang terkenal sangat ahli dalam berperang didukung persejataan yang lengkap dan canggih. Satu persatu kuffar romawi tumbang , roboh ditangan sayyidina ja`far. Sulit bagi kuffar romawi untuk mendekat,mendekat pasti terpenggal entah kepalanya atau tubuhnya.
Semakin banyak korban jatuh dipihak kuffar romawi Akhirnya dengan liciknya kuffar romawi menjebak sayyidina ja`far bin Abi Thalib. Sayyidina Ja`far dikurung ratusan hingga ribuan kuffar agar semakin jauh dari sahabat sahabatnya. Semakin menjauh pasukan muslimin dan hilang dari pandangan. Sayyidina ja`far dikurung oleh pasukan kuffar.
Bertubi –tubi serangan kuffar romawi mendekat pasti tewas. Karena jauh dari pasukan muslimin dari belakang sabetan sabetan pedang sedikit demi sedikit melukai belakangnya .
kekuatan tubuhnya semakin melemah sehinnnga tanggan kanannya tertebas pedang hingga putuslah hingga sikunya. Panji Sayyidina Muhammad saw dipindahkan ke siku tangan kanannya pedang di tangan kirinya. Bagi sayyidina Ja`far Panji sayyidina Muhammad saw tak boleh jatuh ke bawah.
Selang kemudian putuslah tangan kirinya ,Panji sayyidina Muhammad saw tetap dipegang dengan siku kedua tangganya.
Melihat Sayyidina ja`far dalam keadaan gawat segera Sayyidina Abdullah bin rawahah segera menerobos membelah pasukan kuffar Romawi dibantu dengan sahabat yang lain segera mengambil Panji Sang Nabi saw agar jangan sampai jatuh ke bawah.
Akhirnya kocar kacirlah pasukan kuffar Romawi .
Diriwayatkan ketika jenazah sayyidina Ja`far ditemukan 80 tusukan pedang dalam riwayat lain 90 tusukan pedang yang kesemuanya di depan.
Sang Nabi SAW menuju rumah sayyidina Ja`far diikuti para sahabat yang lain dan menggendong anaknya yang masih kecil, meneteslah airmata San nabi SAW melihat jiwa jiwa seorang anak kecil yang bapaknya tewas membela Allah dan Rasul Nya.
Kemudian Sang Nabi SAW menengadah ke atas dan berkata : Alaikum salam Ya Ja`far. Para sahabat yang melihat Sang Nabi SAW berbicara dengan yang tak terlihat segera bertanya : Ya Rasulullah ,’kulihat engkau menjawab salam. Maka sang Nabi saw dengan senyuman yang indah bersabda : Sayyidina Ja`far diapit oleh kedua malaikat dan kedua tangannya digantikan oleh Allah dengan sayap yang ia bebas melakukan kemana aja. Sayyidina Ja`far mengucapkan salam kepadaku dan aku menjawabnya.
Demikianlah cinta, dari seorang yang sangat mencintai dan merindukan Sang Nabi SAW. Disaat akan dibawa pergi ruhnya oleh malaikat masih sempat menemui kekasihnya Sayyidina Muhammad saw untuk memberi salam rindu .

0 komentar:

Poskan Komentar