Istinja’ dan Adab Buang Air

Istinja’
Apabila keluar kotoran dari salah satu dua pintu (BAB atau BAK), wajib istinja’ dengan air atau dengan tiga buah batu; yang lebih baik mula-mula dengan batu atau lainnya, kemudian dengan air.
Sabda Rasululloh SAW
اِنَّهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّبِقَبْرَيْنِ فَقَالَ : اِنَّهُمَا يُعَذَّبَانِ اَمَّااَحَدُهُمَافَكَانَ يَمْشِىْ بِالنَّمِيْمَةِ وَاَمَّاالْاٰخَرُفَكَانَ لَايَسْتَنْزِهُ مِنْ بَوْلِهِ 
Beliau telah melalui dua buah kubur, ketika itu beliau bersabda : “Kedua orang yang ada di dalam kubur ini disiksa. Seorang disiksa karena mengadu-adu orang, dan yang seorang lagi karena tidak mengistinja’ kencingnya.” (Sepakat ahli hadis)
Sabda Rasululloh SAW :
اِذَااسْتَجْمَرَاَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَجْمِرْ وِتْرًا 
“Apabila seseorang dari kamu beristinja’ dengan batu, hendaklah ganjil.”(Riwayat Bukhari dan Muslim)
قَالَ سُلَيْمَانَ : نَهَانَارَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَنْ نَسْتَنْجِىَ بِأَقَلَّ مِنْ ثَلَاث اَحْجَارٍ 
Berkata Sulaiman : “Rasulullah SAW telah melarang kita beristinja’ dengan batu kurang dari tiga.”(Riwayat Muslim)
Dalam hadis ini disebutkan tiga batu, berarti tiga buah batu atau satu batu bersegi tiga. Yang dimaksud dengan batu disini ialah tiap-tiap benda yang keras, suci dan kesat, seperti kayu, tembikar dan sebagainya. Adapun benda yang licin seperti kaca, tidak sah buat istinja’ karena tidak dapat menghilangkan najis. Demikian pula benda yang dihormati seperti makanan dan sebagainya, karena mubazir.
Syarat istinja’ dengan batu dan sejenisnya hendaklah sebelum kotoran kering; dan kotoran itu tidak mengenai tempat lain selain dari tempat keluarnya, maka tidak sah lagi istinja’ dengan batu, tetapi wajib istinja’ dengan air.
Adab Buang Air
  1. Sunat mendahulukan kaki kiri ketika masuk kakus, dan mendahulukan kaki kanan tatkala keluar, karena sesuatu yang mulia hendaklah dimulai dengan kanan, sebaiknya tiap-tiap yang hina dimulai dengan yang kiri.
  2. Janganlah berkata-kata selama dalam kakus itu, kecuali dzikrulloh ke dalam kakus, sebab apabila Rasululloh SAW masuk kakus, beliau mencabut cincin beliau yang berukir Muhammad Rasululloh. (Riwayat Ibnu Hiban).
  3. Hendaklah memakai sepatu, terumpah atau sejenisnya, karena Rasulullaoh SAW apabila masuk kakus, beliau memakai sepatu. (Riwayat Baihaqi)
  4. Hendaklah jauh dari orang sehingga bau kotoran tidak sampai kepadanya, supaya jangan mengganggu orang lain.
  5. Jangan berkata-kata selama dalam kakus itu, kecuali apabila ada keperluan yang sangat penting yang tidak dapat ditangguhkan, sebab Rasululloh SAW melaranga yang demikian. (Riwayat Hakim)
  6. Jangan buang air di air yang tenang, kecuali apabila air tenang itu besar menggenang seperti tebat (Kolam besar), sebab Rasululloh SAW melarang kencing di air tenang. (Riwayat Muslim)
  7. Jangan buang air di lubang-lubang tanah karena kemungkinan ada binatang yang akan mendapat kesakitan dalam lubang itu, dan Rasululloh melarang demikian. (Riwayat Abu Dawud)
  8. Jangan buang air di tempat perhentian, karena mengganggu orang yang berhenti.

0 komentar:

Poskan Komentar