duduk tahiat

dijelaskan didalam Shahih Bukhari bahwa Sayyidina Umar bin Khattab itu ditakuti oleh syaitan. Syaitan lari dari Sayyidina Umar, tidak mau berpapasan oleh Sayyidina Umar bin Khattab ra. Dan Imam Nawawi menjelaskan didalam Syarh Nawawi bisyarah Shahih Muslim bahwa ini bukan hanya untuk Sayyidina Umar tapi banyak para sahabat dan shalihin yang terjaga dari gangguan dan bahkan dijauhi oleh syaitan.

ini berlandaskan firman Allah "Sungguh hamba2Ku, kau (wahai syaitan) tidak akan mampu untuk menundukkan mereka". (QS Al Hijr 42)

Hamba2 yang shalih tidak bisa di kalahkan oleh syaitan, Allah memberi mereka kekuatan sehingga syaitan tidak mampu berdekatan dengannya, jangankan menggoda, mendekati saja tidak bisa
Demikian Allah Swt memuliakan mereka sehingga Rasul saw menjelaskan dan mengajarkan kepada kita untuk bersalam kepada hamba yang shalih setiap kali shalat, setiap kali tahiyat membaca "Assalamu’alaina wa’ala ibadillahisshalihin".
Riwayat Shahih Bukhari Rasul bersabda "barangsiapa yang mengucapkan kalimat itu didalam shalatnya maka Allah sampaikan salamnya itu kepada seluruh hamba Allah yang shalih di langit dan bumi".
Allah sampaikan salam dari umat ini kepada semua hamba2 yang shalih di langit dan bumi baik yang hidup maupun yang wafat. Salamnya sampai setiap kali kita shalat dalam tahiyat mengucap "Assalamu’alaina wa’ala ibadillahisshalihin". Salamnya sampai kepada semua hamba yang shalih.
Ketahuannya di akhir zaman bahwa orang2 yang shalih, jangan kita merasa tidak mengenal dengan mereka. "Saya tidak kenal dengan hamba yang shalih" di hari kiamat bagaimana? kau beri salam kepada semua orang shalih. Di yaumal qiyamah kita dikenal oleh orang2 shalih karena selalu bersalam kepadanya.
Makanya kalau mengucapkan salam itu hadirkan hati kita "Assalamu’alaina wa’ala ibadillahisshalihin". Itu menjalin silaturahmi dengan seluruh hamba2 yang shalih.
Demikian tingginya derajat hamba yang shalih di mata Allah. Sampai dalam shalat pun kita mengucapkan salam kepada mereka "disampaikan kepada seluruh hamba2 yang shalih di langit dan bumi".
Demikian lebih2 lagi tentunya, salam sebelum hamba yang shalih yaitu kepada Sayyidina Muhammad Saw
"Assalamu’alaika ayyuhannabiyyu warahmatullahi wabarakatuh”.
Dalam shalat salam dulu kepada Nabi saw, salam dulu kepada shalihin kemudian baru mengucapkan syahadatain (2 kalimat syahadat). Karena tidaklah seseorang mengenal syahadatain kecuali dari Nabi Muhammad Saw dan dari para shalihin.
Darimana orang tahu Islam?, Kecuali datangnya dari Rasulnya Allah. Bukannya Rasul Allah lebih dimuliakan daripada Allah. Buktinya Allah jadikan pada tahiyat itu salam pada Nabi dulu (sebelum syahadat) lalu salam pada shalihin baru syahadat. Bukan berarti Nabi dan shalihin lebih mulia dari Allah, bukan itu tentunya. Tentunya kita mengenal Islam itu dari Nabi saw dan dari para shalihin (ulama yang mengajari kita lewat lisan atau buku tulisan mereka) akhirnya kita kenal Islam.
Demikian lalu sampailah pada keagungan "Asyhadu anlailaahaillallahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuluhu". Setelah itu selesai…??, belum!! ..karena di lanjutkan dengan indahnya shalawat kepada Nabi Muhammad saw. Demikian manzilatunnabiy saw. (manzilah = kedudukan martabat)...

0 komentar:

Poskan Komentar