AL-HABIB HASAN : Jangan Samakan Terorisme dengan Islam

Jihad Islam tidak dengan meneror.
Selasa, 11 Agustus 2009, 17:48 WIB
VIVAnews - Pimpinan Majelis Talim Nurul Mustofa, Habib Hasan bin Jafar Assegaf, mengimbau kepada semua pihak agar tidak mengidentikkan kegiatan terorisme dengan agama Islam.

Menurut Habib Hasan, walaupun para pelaku teror kerap mendasarkan perbuatan mereka dengan naskah-naskah yang bersumber pada Alquran dan hadis, bukan berarti bisa disimpulkan jika Islam mengajarkan terorisme.

"Jangan samakan terorisme dengan Islam, ini kan soal orang yang menginterpretasikan ajaran agama. Kalau orangnya salah mengartikan ajaran agama, kan bukan agamanya yang salah," kata Habib Hasan usai acara Indonesia Bersalawat di lapangan Masjid At-Taqwa, Kompleks Pomad, Jakarta Selatan.

Habib Hasan melanjutkan, akar masalah kegiatan terorisme biasanya berpangkal pada istilah jihad (berjuang) di jalan Allah. Tidak semua muslim mempunyai pandangan yang sama dalam memahami ajaran jihad dalam Islam.

Sebagian kelompok, lanjut Habib Hasan, mengartikan jihad sebagai perang terhadap kaum kafir dengan seluruh cara yang bisa dilakukan. Namun ada juga kelompok yang memaknai jihad sebagai perjuangan sungguh-sungguh untuk menjauhi apa-apa yang dilarang Allah dan melakukan apa-apa yang diperintahkan-Nya.

Dikatakan, multitafsir terhadap ajaran agama yang berujung pada perilaku kekerasan dan anarkisme atau terorisme, sebenarnya tidak hanya terjadi dalam Islam. "Agama lain juga sama, makanya tidak adil kalau terus-menerus dipublikasikan jika citra Islam sama dengan teroris."

Habib Hasan menambahkan, sepanjang sejarah perkembangan agama-agama, tidak ada cara atau metode efektif untuk menghentikan perilaku orang yang memahami agama atau keyakinannya dengan pendekatan kekerasan.

Hal paling baik yang bisa dilakukan adalah memperbanyak majelis-majelis agama yang menumbuhkan sikap saling berbaik sangka terhadap orang lain. Habib Hasan menyatakan, salah satu penyebab suburnya pemahaman agama yang salah lantaran sikap kebencian terhadap orang lain dan perilaku tidak saling menghormati.

"Makanya kegiatan agama yang menyerukan agar umat terus berbaik sangka dengan sesama, positive thinking, harus terus diperbanyak," kata Habib Hasan.• VIVAnews

0 komentar:

Poskan Komentar